Trinityordnance.com – Tim ahli dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan temuan mengejutkan mengenai dugaan kejahatan perang yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap warga sipil di Iran. Penyerangan yang terjadi dalam dua serangan rudal pada Februari lalu, dilaporkan telah merenggut 177 nyawa warga sipil, termasuk anak-anak.
Dalam laporan yang disusun oleh Misi Pencari Fakta Independen Internasional PBB untuk Iran, kedua serangan tersebut diidentifikasi sebagai serangan tanpa membedakan sasaran, terutama yang menargetkan Sekolah Dasar di Minab dan kompleks olahraga di Lamerd. Laporan ini menyebutkan bahwa serangan di Minab pada 28 Februari menewaskan 156 orang, di mana 120 di antaranya adalah anak-anak. Meski sekolah tersebut terletak dekat dengan fasilitas militer, tim PBB menegaskan bahwa gedung tersebut tidak dijadikan sebagai target militer dan serangan itu dilakukan dengan sengaja.
Pemerintah AS membantah terlibat dalam serangan tersebut dan menyatakan masih menyelidiki insiden di Minab, namun seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS menyatakan tidak mengakui temuan laporan PBB.
Sementara itu, laporan tersebut juga menunjukkan bahwa pemerintah Iran melakukan aksi keras terhadap protes massa yang dimulai pada Desember 2025. Tindakan brutal dari otoritas Iran termasuk pembunuhan massal, penangkapan, dan penyiksaan, dengan estimasi korban jiwa jauh lebih tinggi dari yang diungkapkan pemerintah. Tim PBB mencatat bahwa tindakan keras yang terjadi dalam konteks ini memenuhi kriteria kejahatan terhadap kemanusiaan.
Pernyataan PBB menunjukkan bahwa warga sipil di Iran berada di tengah pelanggaran hak asasi manusia dan kekerasan yang melibatkan konflik internasional. Laporan ini menarik perhatian terhadap langkah mendesak untuk menghentikan kekerasan serta perlindungan terhadap bangsa sipil.