Performa Ginjal di Ramadan: Tips Hidrasi dan Nutrisi dari Ahli

[original_title]

Trinityordnance.com – Menjaga kesehatan ginjal selama bulan puasa menjadi tantangan tersendiri bagi umat Muslim. Perubahan pola makan dan minum yang drastis dapat meningkatkan risiko dehidrasi jika tidak dikelola dengan baik. Untuk itu, dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal-hipertensi, dr. Dina Nilasari, Ph.D, Sp.PD, KGH, memberikan sejumlah strategi untuk menjaga fungsi ginjal tetap optimal selama Ramadan.

Dr. Dina menekankan pentingnya manajemen hidrasi yang disiplin. Menurutnya, waktu sahur dan berbuka merupakan kesempatan krusial untuk menghidrasi tubuh. Ia merekomendasikan agar setiap individu mengonsumsi sekitar 2 liter air atau setara dengan 8 gelas dalam sehari untuk mencegah risiko dehidrasi. Pencapaian ini harus dibagi secara merata dari waktu berbuka hingga sahur.

Selain mengutamakan air putih, pemenuhan cairan juga dapat dilakukan melalui buah-buahan utuh atau jus buah. Namun, dr. Dina menyarankan untuk mengonsumsi jus bersama ampasnya demi mengontrol penyerapan gula. Ia juga mencatat agar pemanis buatan dihindari, sementara penggunaan Stevia sebagai alternatif alami masih diperbolehkan.

Selanjutnya, dr. Dina memperingatkan tentang konsumsi kafein pada saat sahur, karena minuman ini bersifat diuretik dan dapat mempercepat proses dehidrasi. Dalam hal ini, pemilihan menu makanan yang sehat juga penting, dengan menyarankan untuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah, sementara makanan yang mengandung tepung dan gula berbentuk gorengan sebaiknya dibatasi.

Dengan mengikuti tips ini, diharapkan masyarakat dapat menjaga kesehatan ginjal selama Ramadan dan menjalankan ibadah dengan baik.

Baca Juga  Korban Pertama Kecelakaan ATR 42-500 Telah Dievakuasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *