IHSG Turun 4% Jadi 5.594, Semua Sektor Tertekan

[original_title]

Trinityordnance.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup mengalami penurunan signifikan pada Jumat sore, turun sebanyak 245,01 poin atau 4,20 persen ke level 5.594,77. Penurunan ini dipengaruhi oleh semua sebelas sektor saham yang melemah, dengan indeks LQ45 juga turun 23,17 poin atau 3,99 persen, mencapai 557,75.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa ketidakjelasan kebijakan pemerintah dan beberapa rumor pasar telah menciptakan tekanan jual. Revisi UU P2SK menimbulkan kecemasan mengenai independensi lembaga keuangan, yang berkontribusi terhadap sentimen negatif di pasar.

Dari sisi fiskal, Kementerian Keuangan melaporkan realisasi APBN hingga Mei 2026 mencatatkan defisit sebesar Rp180,4 triliun, setara dengan 0,7 persen dari PDB. Ini merupakan peningkatan dari defisit Rp20,9 triliun pada periode yang sama tahun lalu, meski tetap di bawah target defisit tahunan yang sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68 persen dari PDB.

Nilai tukar rupiah juga terpantau melemah, ditutup pada Rp18.049 per dolar AS. Ini menimbulkan spekulasi bahwa Bank Indonesia mungkin akan memanggil Rapat Dewan Gubernur Darurat sebelum jadwal rapat yang seharusnya pada 17-18 Juni mendatang.

Untuk pekan depan, para pelaku pasar akan memantau rilis data cadangan devisa, tingkat kepercayaan konsumen, dan penjualan ritel, yang dapat memberikan sinyal tentang arah IHSG. Dalam perdagangan hari itu, seluruh sektor tercatat mengalami penurunan, dengan sektor transportasi dan logistik mengalami penurunan paling dalam sebesar 5,75 persen.

Frekuensi perdagangan mencapai 2.194.595 transaksi, dengan volume transaksi 38,04 miliar saham senilai Rp31,73 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, 108 saham menguat, sementara 626 saham mengalami penurunan.

Baca Juga  Album BTS 'Arirang' Laku 4 Juta Kopi dalam Sehari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *