Bermalam di Lumbung Harapan untuk Dukungan Petani Lokal

[original_title]

Trinityordnance.com – Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menjadi saksi atas diskusi penting terkait pemetaan wilayah pertanian yang berlangsung di Desa Terusan Mulya, Kecamatan Bataguh. Dalam suasana malam yang tenang, Angga May Chandra, Asisten Manajer Pengadaan dan Operasi Bulog Kantor Cabang Kapuas, beserta timnya berkumpul bersama petani untuk membahas penyerapan hasil panen.

Kegiatan ini bagian dari rutinitas Bulog saat menjalankan tugas penyerapan gabah. Menurut Angga, proses penyerapan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam pengumpulan hasil panen dari petani lokal. “Kami menargetkan penyerapan hingga 30 ton gabah dalam satu kegiatan, tergantung kapasitas mitra penggilingan,” ujarnya. Ia menjelaskan, jika dalam sehari dapat menyerap sekitar 10 ton, maka dibutuhkan waktu kurang lebih tiga hari untuk mencapai target tersebut.

Namun, proses penyerapan tidak sesederhana itu. Gabah yang diambil dari lokasi pertanian terlebih dahulu harus melalui pemeriksaan kualitas sebelum masuk ke tahap pengangkutan. Setelah itu, gabah menjalani serangkaian proses, termasuk pengeringan, penggilingan, penyortiran, dan pengemasan sebelum akhirnya disimpan di gudang untuk didistribusikan kepada masyarakat. Keseluruhan proses ini penting agar hasil panen petani dapat disajikan dengan kualitas terbaik.

Malam itu bukan sekadar ajang bincang santai, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan adanya penyerapan yang baik, diharapkan harga gabah tetap stabil sehingga petani dapat mendapatkan keuntungan yang optimal dari hasil kerja keras mereka.

Baca Juga  Kementerian LH Diminta Segera Umumkan Audit Lingkungan 182 Perusahaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *